Lebih dari 2 tahun yang lalu (sekitar Februari 2021) saya pernah mengadakan pelatihan Valuasi Bisnis. Di pelatihan itu, saya menjelaskan kepada para peserta tentang konsep-konsep dasar dan serba-serbi di dunia valuasi. Walaupun diadakan secara online, melihat antusiasme peserta yang tinggi tenyata cukup membuat saya optimis (dan ketagihan) untuk mengadakan pelatihan-pelatihan berikutnya.
Tentu saja, di beberapa kesempatan berikutnya saya mengadakan beberapa pelatihan yang lain (atau mungkin lebih tepat disebut diskusi/talks ketimbang pelatihan), yaitu tentang Valuasi Bisnis untuk Pendiri Perusahaan Rintisan (Business Valuation for Startups Founders) dan Business Fundamentals for Startups. Namun, tetap rasanya ada yang mengganjal…
Saya merasa pelatihan Valuasi Bisnis yang saya bicarakan di awal masih kurang sempurna. I mean, waktu itu saya hanya mengajarkan soal teori-teori, jenis, dan metode-metode yang ada untuk melakukan valuasi sebuah bisnis. Sementara porsi peserta untuk mempraktekkan valuasi hampir nihil. Saya maklum, waktu yang diberikan oleh fasilitator untuk menyampaikan materi hanya 3 jam. Jadi ya, durasi itu sepenuhnya hanya dipakai untuk memberikan pemahaman-pemahaman dasar soal valuasi.
Jadi sejak saat itu, saya berniat untuk membuat rancangan materi pelatihan yang menjadi lanjutan pelatihan Valuasi Bisnis tersebut. Tentu saja dalam sekuel pelatihan ini, peserta harus lebih banyak melakukan praktek ketimbang dicekoki teori. Sehingga akhirnya, muncul ide pelatihan mengenai financial modeling. Tapi ya, wacana seringkali cuma jadi wacana saja. Keinginan untuk membuat materi pelatihan tersebut selalu tersisihkan dengan kesibukan-kesibukan pekerjaan sehari-hari dan juga kuliah. Niat itu tidak pernah benar-benar terwujud, sampai…
Suatu saat teman dari kantor lama–kantor di mana saya mengadakan pelatihan yang pertama–menghubungi untuk menawarkan apa saya mau mengadakan pelatihan lagi. Tentu saja saya langsung mengiyakan. Ini bisa jadi lecutan motivasi agar saya merampungkan niat yang tertunda sampai 2 tahun lebih itu.
Akhirnya jadilah, Financial Modeling untuk Valuasi Saham. Kenapa kok ditambah embel-embel “untuk Valuasi Saham”? Alasan pertama, agar peserta yang awam mengenai pemodelan keuangan mendapatkan gambaran sekilas tentang apa sih makhluk asing bernama financial modeling itu. Alasan kedua, well, tentu saja agar lebih menarik bagi calon peserta. Karena, suka tidak suka, saya melihat banyak peserta, baik pada pelatihan Valuasi Bisnis maupun Financial Modeling tersebut, tertarik terhadap kedua pelatihan karena dianggap dapat memberikan ilmu tambahan bagi mereka yang berinvestasi di instrumen saham. Atau setidaknya, mereka menganggap kedua pelatihan tersebut adalah pelatihan dasar untuk berinvestasi di pasar modal.
Padahal jelas bukan itu maksudnya. Pelatihan Valuasi Bisnis dibuat dengan harapan peserta dapat memahami fondasi ilmu valuasi sehingga menjadi bekal jika ingin berkarir di bidang, misalnya analisis keuangan, penilai bisnis/real estate, investment/equity analysis, business development, dsb. Setali tiga uang dengan pelatihan Financial Modeling. Pelatihan itu saya buat dengan tujuan untuk mengajarkan ketrampilan memodelkan keuangan dengan aplikasi spreadsheet yang dibutuhkan di banyak sekali bidang pekerjaan.
Walaupun sudah saya tekankan tujuan-tujuan tersebut dalam penjelasan materi masing-masing, namun saya tidak menyalahkan peserta yang ingin belajar valuasi bisnis atau financial modeling hanya karena ingin mendapat ilmu dalam berinvestasi saham. Karena ya memang materi pada kedua pelatihan itu bisa digunakan untuk tujuan tersebut.
Toh pada akhirnya, kedua pelatihan tersebut tetap berjalan dengan relatif sukses, antusiasme peserta juga cukup tinggi dalam mengikuti materinya. Sekarang yang jadi ganjalan baru dalam pikiran saya adalah, harusnya peserta pelatihan Valuasi Bisnis bisa mendapatkan pelatihan untuk Financial Modeling ini, dan sebaliknya. Jadi, yah, untuk ke depannya saya akan membuat kedua pelatihan ini menjadi satu paket agar peserta bisa mendapatkan pemahaman secara utuh alias tidak parsial. Untuk pembaca yang ingin melihat rekaman kedua pelatihan tadi, silakan kunjungi halaman portofolio saya. Sedangkan untuk materinya, khususnya di bagian financial modeling, nanti akan saya ulas lebih detil di tulisan yang terpisah. Jadi, tetap tunggu update dari blog ini dan sampai jumpa di pelatihan dengan saya berikutnya. 😉